Assalamu’alaikum Wr. Wb., Nama saya Fajar Muhammad, Saya Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Semester 1 Program Studi Informatika Fakultas Sains & Teknologi.
Silahkan akses link berikut: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo atau Fakultas Sains dan Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Nama: Fajar Muhammad
NIM: 191080200075
Kelas: 1A1-Informatika
BAB I
Terdapat 7 jenis Gerbang Logika Dasar yang membentuk sebuah Sistem Elektronika Digital, yaitu :
1. Gerbang
AND
Gerbang AND memerlukan
2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output).
Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan
(Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika
salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Rangkaian AND dinyatakan
sebagai Z = A*B atau Z=AB (tanpa symbol)
Simbol Gerbang AND
2. Gerbang OR
Gerbang OR
memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran
(Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari
Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output)
Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.Rangkaian OR dinyatakan sebagaiZ = A + B.
Simbol
Gerbang OR
3. Gerbang
NOT (Inverter)
Gerbang NOT hanya memerlukan
sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang
NOT disebut juga dengan Inverter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran
(Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika
kita ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka Input atau
Masukannya harus bernilai Logika 1. Rangkaian NOT dinyatakan sebagai Z = A
Simbol
Gerbang NOT
4. Gerbang NAND (NOT AND)
Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND,
Gerbang NAND merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang
menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan
menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua Masukan (Input) pada Logika 1 dan
jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan
Keluaran (Output) Logika 1. Rangkaian NAND dinyatakan sebagai Z = A*B.
5. Gerbang NOR (NOT OR)
6. Gerbang X-OR (Exclusive OR)
Simbol
Gerbang X-OR
7. Gerbang X-NOR (Exclusive NOR)
Simbol
Gerbang X-NOR
BAB II
Aljabar Boolean
Aljabar Boolean memuat vairable dan simbul operasi untuk gerbang logika.
Simbol yang digunakan pada aljabar boolean adalah : (.) untuk AND, (+) untuk
OR, dan (-) untuk NOT.Dalam aljabar boolean
digunakan 2 konstanta yaitu logika 0 dan logika 1. Kalau logika 0 bertaraf
tegangan rendah (aktive low) sedangkan kalau logika 1 bertaraf tegangan tinggi
(aktive high).
K-Map
Peta
Karnaugh (Karnaugh Map, K-map) dapat
digunakan untuk menyederhanakan persamaan logika yang menggunakan paling banyak
enam variable. Dalam laporan ini hanya akan dibahas penyederhanaan persamaan
logika hingga empat variable. Penggunaan persamaan logika dengan lima atau enam
variable disarankan menggunakan program computer.
Peta merupakan gambar suatu daerah.
Peta karnaugh menggambarkan daerah logika yang telah di jabarkan pada table
kebenaran. Penggambaran daerah pada peta karnaugh harus mencakup semua logika.
Daerah pada Peta Karnaugh dapat tamping tindih antara satu kombinasi variable
dengan kombinasi variable yang lain.
BAB III
MULTILEVEL NAND dan NOR
Gerbang
NAND dan NOR merupakan gerbang universal, artinya hanya dengan menggunakan
jenis gerbang NAND saja atau NOR saja dapat menggantikan fungsi dari 3 gerbang
dasar yang lain (AND, OR, NOT). Multilevel, artinya :dengan mengimplementasikan
gerbang NAND atau NOR, akan ada banyak level / tingkatan mulai dari sisi input
sampai kesisi output. Keuntungan pemakaian NAND saja atau NOR saja dalam sebuah
rangkaian digital adalah dapat mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang yang
terdapat dalam sebuah IC logika sehingga kita bisa lebih
mengirit biaya dan juga irit tempat karena tidak terlalu banyak IC yang
digunakan (padahal tidak semua gerbang yang ada dalam IC tersebut yang
digunakan).
Adapun cara
melakukan konversinya dapat kita lakukan dengan dua cara yaitu:
1.
Melalui
penyelesaian persamaan logika/Boolean
2. Langsung menggunakan gambar pada nan
BAB IV
Adder
Rangkaian Adder (penjumlah) adalah rangkaian
elektronika digital yang digunakan untuk menjumlahkan dua buah angka (dalam sistem bilangan biner), sementara itu di dalam komputer
rangkaian adder terdapat pada mikroprosesor dalam blok ALU (Arithmetic Logic
Unit).
a. Half Adder
Half adder adalah
suatu rangkaian penjumlah system bilangan biner yang paling sederhana.
Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data bilangan
biner sampai 1 bit saja. Rangkaian half adder mempunyai 2 masukan dan 2
keluaran yaitu Summary out (Sum) dan Carry out (Carry).Rangkaian ini
merupakan gabungan rangkaian antara 2 gerbang logika dasar
yaitu X-OR dan AND. Rangkaian half adder merupakan dasar bilangan
biner yang masing-masing hanya terdiri dari satu bit, oleh karena itu
dinamakan penjumlah tak lengkap.
b. Full Adder
Rangkaian
Full-Adder, pada prinsipnya bekerja seperti Half- Adder, tetapi mampu menampung
bilangan Carry dari hasil penjumlahan sebelumnya. Jadi jumlah inputnya ada 3:
A, B dan Cin, sementara bagian output ada 2: Sum dan Cout. Cin ini dipakai
untuk menampung bit Carry dari penjumlahan sebelumnya.Rangkaian Full Adder
dapat dibuat dengan menggabung 2 buah Half adder. Rangkaian ini dapat digunakan
untuk penjumlahan sampai 1 bit. Jika ingin
menjumlahkan lebih dari 1 bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Adder yaitu
gabungan dari beberapa Full Adder.
Subtractor
Merupakan Suatu Rangkaian Pengurangan
2 buah bilangan biner. Jenis-jenis rangkaian Sub tractor yaitu :
a. Half Subtractor
Rangkaian half
subtractor adalah rangkaian Sub tractor yang paling sederhana. Pada dasarnya
rangkaian half subtractor adalah rangkaian half Adder yang dimodifikasi dengan
menambahkan gerbang not. Rangkaian half subtractor dapat dibuat dari sebuah
gerbang AND, gerbang X-OR, dan gerbang NOT.
Rangkaian ini mempunyai dua input dan dua output
yaitu Sum dan Borrow Out(Bo).
b. Full Subtractor
Pada Rangkaian
full subtractor pin Borrow Out dihubungkan dengan pin Borrow In(Bin) sebelumnya
dan pin Bin di hubungkan dengan pin Bout pada rangkaian berikutnya begitu
seterusnya. Sehingga pada rangkaian Full Subtractor mempunyai 3 input dan 2
output.
BAB V
Encoder adalah rangkaian yang berfungsi untuk mengkodekan data input menjadi data bilangan dengan format tertentu. Encoder dalam rangkaian digital adalah rangkaian kombinasi gerbang digital yang memiliki input banyak dalam bentuk line input dan memiliki output sedikit dalam format bilangan biner. Encoder akan mengkodekan setiap jalur input yang aktif menjadi kode bilangan biner. Dalam teori digital banyak ditemukan istilah Encoder seperti “Desimal to BCD Encoder” yang berarti rangkaian digital yang berfungsi untuk mengkodekan line input dengan jumlah line input desimal (0-9) menjadi kode bilangan biner 4 bit BCD (Binary Coded Decimal). Atau “8 line to 3 line Encoder” yang berarti rangkaian Encoder dengan input 8 line dan output 3 line (3 bit BCD).
Decoder adalah alat yang digunakan untuk dapat mengembalikan proses encoding sehingga kita dapat melihat atau menerima informasi aslinya. Pengertian Decoder juga dapat di artikan sebagai rangkaian logika yang ditugaskan untuk menerima input-input biner dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner tersebut.
Fungsi decoder adalah untuk memudahkan kita dalam menyalakan seven segmen. Itu lah sebabnya kita menggunakan decoder agar dapat dengan cepat menyalakan seven segmen. Output dari decoder maksimum adalah 2n. Jadi dapat kita bentuk n-to-2n decoder. Jika kita ingin merangkaian decoder dapat kita buat dengan 3-to-8 decoder menggunakan 2-to-4 decoder. Sehingga kita dapat membuat 4-to-16 decoder dengan menggunakan dua buah 3-to-8 decoder.
BAB VI
1. Multiplekser
Multiplekser adalah suatu peranti yang mampu menyalurkan beberapa jalur data ke satu jalur luaran. Multiplekser mempunyai satu atau lebih sinyal masukan yang terhubung pada masukannya. Pemilihan saluran masukan dilakukan oleh sinyal kontrol. Suatu multiplekser dengan 2n saluran masukan memerlukan n sinyal kontrol.
Multiplexer (MUX) atau selector data adalah suatu rangkaian logika yang menerima beberapa input data, dan untuk suatu saat tertentu hanya mengizinkan satu data input masuk ke output, yang diatur oleh input selektor. Oleh karena itu, MUX memiliki fungsi sebagai pengontrol digital. MUX memiliki kanal input lebih besar dari 1 (minimal 2 atau kelipatan 2), dan hanya memiliki 1 kanal output. Jumlah selektor dilihat dari banyaknya kanal input (n).
Multiplekser adalah suatu peranti yang mampu menyalurkan beberapa jalur data ke satu jalur luaran. Multiplekser mempunyai satu atau lebih sinyal masukan yang terhubung pada masukannya. Pemilihan saluran masukan dilakukan oleh sinyal kontrol. Suatu multiplekser dengan 2n saluran masukan memerlukan n sinyal kontrol.
Multiplexer (MUX) atau selector data adalah suatu rangkaian logika yang menerima beberapa input data, dan untuk suatu saat tertentu hanya mengizinkan satu data input masuk ke output, yang diatur oleh input selektor. Oleh karena itu, MUX memiliki fungsi sebagai pengontrol digital. MUX memiliki kanal input lebih besar dari 1 (minimal 2 atau kelipatan 2), dan hanya memiliki 1 kanal output. Jumlah selektor dilihat dari banyaknya kanal input (n).
2. Demultiplekser
Demultiplekser adalah suatu rangkaian yang mendistribusikan satu masukan ke lebih dari satu luaran. Demultiplekser disebut juga data distributor. Pemilihan saluran luaran dilakukan oleh sinyal kontrol. Sinyal kontrol merupakan masukan yang berfingsi untuk mengarahkan setiap sinyal masukan pada saluran luaran yang dipilih. Suatu demultiplekser dengan n sinyal kontrol akan memiliki 2n saluran luaran.
Demultiplekser (De-Mux) atau disebut juga distributor data. De-Mux memiliki satu
kanal input yang didistribusikan ke beberapa kanal output. Selektor input menentukan ke
output mana input data akan didistribusikan. Jumlah selektor dilihat dari banyaknya kanal
output.
Demultiplekser adalah suatu rangkaian yang mendistribusikan satu masukan ke lebih dari satu luaran. Demultiplekser disebut juga data distributor. Pemilihan saluran luaran dilakukan oleh sinyal kontrol. Sinyal kontrol merupakan masukan yang berfingsi untuk mengarahkan setiap sinyal masukan pada saluran luaran yang dipilih. Suatu demultiplekser dengan n sinyal kontrol akan memiliki 2n saluran luaran.
Demultiplekser (De-Mux) atau disebut juga distributor data. De-Mux memiliki satu
kanal input yang didistribusikan ke beberapa kanal output. Selektor input menentukan ke
output mana input data akan didistribusikan. Jumlah selektor dilihat dari banyaknya kanal
output.
PENUTUP
Sekian rangkuman yang bisa saya ambil dari praktikum sistem digital, semoga ini bermanfaat bagi kita semua dan bila ada salah-salah kata di dalam bolg yang saya tulis, saya meminta maaf yang sebesar – besarnya. Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Sekian rangkuman yang bisa saya ambil dari praktikum sistem digital, semoga ini bermanfaat bagi kita semua dan bila ada salah-salah kata di dalam bolg yang saya tulis, saya meminta maaf yang sebesar – besarnya. Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.






